Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 02 April 2015


Tentang danau toba dan kota parapat
ya pemirsang blogger sekalian jumpa lagi dengan saya andri gultom selaku admin paling oke
ya saya akan mencertiakan sejarah danau toba dan kota parapat
Secara administratif, Parapat, atau yang sering juga disebut Prapat, adalah sebuah kelurahan di tepi teluk Danau Toba, kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Lebih dari 90 persen penduduknya merupakan etnis Batak Toba, Karo, Simalungun, dan Pakpak. Di kota ini juga terdapat beberapa etnis pendatang seperti Jawa, Sunda, Padang, dan China. Itulah sebabnya akan mudah ditemukan gereja Protestan dan Katholik, masjid, maupun wihara.

yak ini lah gambar kota parapat
parapat akan nampak jika ada gambar ini yaitu )GAPURA{



dan danau toba akan terlihat di sepanjang jalan menuju kota parapat
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang, Berastagi dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Diperkirakan Danau Toba terbentuk saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa jumlah total material pada letusan sekitar 2.800 km3 -sekitar 2.000 km3 dari Ignimbrit yang mengalir di atas tanah, dan sekitar 800 km3 yang jatuh sebagai abu terutama ke barat. Aliran piroklastik dari letusan menghancurkan area seluas 20.000 km2, dengan deposito abu setebal 600 m dengan kawah utama.


Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya.
Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.
Selama tujuh tahun, para ahli dari universitas Oxford tersebut meneliti proyek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.
sumber wikipedia

sekian lah tentang kota parapat dan danau toba semoga teman yang membaca dapat menjadi inspirasi untuk berkunjung ke kota parapat sekian

Senin, 23 Maret 2015


Ini  gan fotonya dulu baru artikel nya ya




hy teman teman bloger mania  jumpa lagi dengan saya Andri Gultom
saya membuat blog ini untuk mengerjakan PR saya yang di suruh guru TIK saya
saya akan menceritakan SMP saya
SMP N 1 Parapat adalah Sekolah Terfaforit di Parapat. Sekolah ini mempunyai dua lokal yaitu :

Di lokal Jauh mempunyai 5 kelas untuk kelas 7, 1 Ruangan untuk Guru, 1 Kantin dan 2 Kamar mandi. Di lokal jauh mempunyai 1 lapangan yang cukup besar dapat memungkinkan para murid untuk melakukan olah raga seperti Sepak Bola , Bola Voli , Bulu tangkis ,dll. Tetapi di lokal ini terdapat 1 jurang yang cukup dalam.

Di Lokal Induk mempunyai 10 Ruang  kelas di mana 5 kelas untuk kelas 8 dan 5 kelas lagi untuk kelas 9. Di Lokal Induk juga terdapat 1 Ruangan Guru , 1 Perpustakaan,  Ruang BP , Ruang tempat mengambil buku para Murid, 1 Ruangan Laboratorium . Di lokal Induk mempunyai 1 Lapangan yang cukup besar di mana memungkinkan para murid untuk bermain Sepak Bola , Futsal , Bola Basket dan 1 Lapangan yang di khusus kan untuk bermain Bola Voli.
 

sekian dulu ya jumpa kita hari ini tetap kunjungi blog saya ya
karena saya andri gultom akan memprosting artikel artikel yang menarik OK